OVEN TENAGA SURYA “WILLIAM SURYA”

bapak/ibu/saudara yang berminat membuat Oven dengan harga murah dan ramah lingkungan. fungsi untuk oven bambu, oven kayu, ataupun untuk oven produk pertanian dan perkebunan, Spesifikasi : kerangka Blok Alumunium, poly carbonat. ukuran 2 x 2 Meter, kapasitas 4 meter kubik, harga 16 Juta, belum termasuk ongkos kirim, bisa menghubungi kita di 081328886299. atau via e-mail : zoeni_m@yahoo.co.uk

OVEN TENAGA SURYA "WILLIAM SURYA"

OVEN TENAGA SURYA "WILLIAM SURYA"


mbah putri

mbah putri sugeng tanggap warso, mugi tansah pinayungan rahmat saking Alloh SWT, umur ingkang panjang, berkah sehat..

mbah putri

mbah putri


Pusdalops: Gempa Tak Terlalu Mengkhawatirkan

PadangKini.com | Rabu, 23/12/2009, 10:32 WIB

PADANG–Pusat Pengendalian Operasional Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana (Pusdalops Satkorlak PB) Sumatera Barat menginformasikan belum ada laporan kerusakan gempa 6,1 SR di Pulau Siberut pukul 08:11:57 WIB, Rabu (23/12/2009).

“Sekarang masyarakat sudah tenang, kerusakan belum ada laporan,” kata Ade Edward, Koordinator Pusdalops melalui pesan singkat ponsel (SMS) yang diterima PadangKini.com.

Ade mengatakan, Pusdalops mendapat informasi via SMS dari aparat Siberut. Informasi mengatakan gempa dirasakan masyarakat dua kali. Gempa pertama cukup keras membuat warga keluar rumah, namun tidak mengungsi.

“Tindak lanjut, dari gejala rangkaian gempa berturutan dengan selang kurang dari 1 jam dan magnitude mengecil, gempa tidak terlalu mengkhawatirkan,” katanya.

Meski begitu, kata Ade, Pusdalops Penanggulangan Bencana Sumatera Barat tetap siaga 24 jam penuh. Informasi dapat dimonitor dengan HT (Handy Talky) pada frequensi 156.725 MHz. (syof)


SETELAH DARI PADANG

PAdang, padang ternyata, PADANG


Wow, Biaya Kesehatan akibat Rokok Rp 180 Triliun

Minggu, 11 Oktober 2009 | 14:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Indonesia dinilai telah terjebak serta tidak memiliki visi dan kepedulian untuk melindungi rakyatnya, terutama anak dan remaja, dari bahaya rokok. Pemerintah dinilai cenderung mengutamakan industri rokok ketimbang kesehatan rakyatnya.

Demikian diungkapkan Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau FA Moeloek dalam jumpa pers di Gedung Kebangkitan Nasional Stovia, Jakarta, Minggu (11/10). “Pemerintah telah terjebak serta tidak memiliki visi dan kepedulian untuk melindungi rakyatnya dari bahaya rokok,” katanya.

Dalam roadmap industri rokok tahun 2007-2020 pemerintah, menurutnya, telah menargetkan peningkatan produksi rokok dari 220 miliar batang pada 2007 menjadi 240 miliar batang pada 2010 hingga 2015, dan terus meningkat menjadi 260 miliar batang pada 2015 hingga 2020.

Roadmap tersebut, menurutnya, bukan menolong kesehatan, tetapi justru menjerumuskan rakyat ke lembah kemiskinan, kebodohan, dan kehancuran masyarakat. “Dan, Indonesia menghabiskan Rp 180 triliun untuk biaya kesehatan akibat penyakit terkait tembakau atau 5,1 kali lipat pendapatan negara dari akibat cukai rokok,” katanya.

Lebih lanjut, Moeloek mengungkapkan, konsumsi rokok di kalangan remaja di Indonesia telah mengalami peningkatan 144 persen dalam kurun waktu sembilan tahun (1995 hingga 2004). Berdasarkan hasil dari sebuah penelitian, sebanyak 99,7 persen anak-anak Indonesia ternyata melihat rokok dari iklan rokok di televisi, sedangkan 76,2 persen remaja melihat iklan rokok di koran dan majalah. “Lebih dari 70 persen anak Indonesia terpapar asap rokok dan menanggung resiko penyakit akibat rokok. Maka itu, pemerintah perlu mengadakan larangan total iklan rokok,” katanya.
dari Kompas.com


ROUDHUA CLAUSATIO

Ko foto Diwa, anaknyo DAHEN SAMO NIFEL, BA KABA KINI LAH GADANG YO? BAA KABA ADIKNYO SI RASSYA.

DIWA in action


RA UWIT RA OBOS = POLITIK UANG

istilah ini sekrang populer dengan istilah money politic yang kerap di dengung-dengungkan oleh para petinggi negara kita, tetapi pada kenyataan sekranng ini banyak masyarakat yang selau menunggu dewa baru ya itu uang untuk sangu menyoblos.
hal tersebut sangat erat berkaiatan dengan mental serta sakitnya bangsa indonesia yang selalu mendewakan uang diatas segalanya, termasuk dalam menyalurkan hak pilih kita.
kapan ya bangsa kita lepas dari pemikrian bahwa hanya orang yang punya duit yang berkuasa, bukankah mencari pemimpin itu yang amanah, jujur, fathona, tabligh, sehingga sangat berat sekali bebap ayang akan ditanggu.
ALLOH MAHA TAHU APA YANG DIKERJAKAN UMATNYA.


Kabar Mentawai

salam, bagaimana kabar mentawai ya? semoga tetap diberi ketabahan dan kekuatan, oh ya selamat bertugas bagi pak Zulmadi dari PU yang sedang bertugas di mentawai.

Mentawai karambiakarambia


Selayang Pandang

AKu, aku dan diriku lagi,
sudah hampir setahun lenih aku dirumah dengan aktivitas yang bisa di bilang ya biasa saja, tetapi bagaiman mengubah menjadi hal yng bisa diriku bahagia.
salam semua


Yogyakarta Buat Ruang untuk Merokok

YOGYAKARTA–Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta akhirnya merealisasi pembangunan fasilitas ruang khusus merokok di sejumlah tempat strategis. Sebanyak 14 ruang khusus merokok akan dibangun di sepanjang 2009.

Tuti Annur, pejabat pengendalian pencemaran udara di Badan Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DIY, mengatakan ruang khusus merokok itu akan dibangun di semua kantor pemerintah kabupaten dan kota, bandara, serta kantor instansi lain di lingkungan pemerintah provinsi. “Semua pembangunan ruang khusus merokok menggunakan dana dari hasil cukai rokok,” kata Tuti kemarin.

Pemerintah provinsi menerima pembagian hasil cukai rokok sebesar Rp 2,5 miliar. Pembangunan ruang khusus merokok dianggarkan sebesar Rp 831 juta. Tuti menjelaskan bahwa setelah dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Provinsi DIY turun, instansinya akan segera merealisasi pembangunannya. “Begitu evaluasi dana APBD DIY turun, kami akan melakukan lelang,” tutur Tuti.

Menurut dia, ruangan berukuran 3 x 3 meter itu didesain sedemikian rupa agar muat untuk enam orang. Di dalamnya ada alat ex house dan filter. “Alat itu bisa berfungsi kalau orang yang merokok di dalamnya duduk. Kalau berdiri, maka alat tak berfungsi,” ujarnya.

Langkah itu diambil sebagai pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2007 tentang pengendalian pencemaran udara. Peraturan itu akan ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur DIY. Tentang peraturan gubernur itu, biro hukum pemerintah provinsi hingga kini masih membuat drafnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DIY Bondan Agus Suryanto mengatakan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY, kematian akibat penyakit paru obstruksi kronik di Yogyakarta menduduki tempat keempat. “Belum lagi penyakit jantung yang juga sangat dekat dengan kebiasaan merokok,” ujarnya. BERNADA RURIT
diambil dari koran tempo edisi 3 Februari 2009


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.